Haii...siang ini terasa ngantuk
sekali, kerjaan kantorpun tidak banyak hari ini yang dilakukan hanya baca-baca
untuk materi seminar 2 minggu lagi. Daripada lanjut baca terkantuk-kantuk entah
mengapa tiba-tiba terinspirasi ingin menulis dengan judul “Aku Wanita Bahagia” :)
Hhmmm…buatku banyak arti sih
soal “bahagia”, setiap orang mungkin mendeskripsikan arti bahagia dengan
berbeda-beda tergantung persepsi mereka. Aaahhh…tp rasanya bukan itu yg ingin
aku tuliskan.
Aku wanita biasa yang selalu
menikmati apa itu bahagia :)
Perkenalkan aku RINI anak
pertama dari dua bersaudara, besar didalam keluarga sederhana tp selalu penuh
dengan kebahagiaan, kehangatan dan kegembiraan. Kebersamaan selalu jadi hal
utama didalam keluarga kecilku dulu, walau sekedar makan siang atau malam
sederhana kita selalu berusaha untuk makan bersama lengkap dengan canda tawa
ramai kita sambil bercerita tentang apa saja. Aahhh..rasanya aku rindu hal itu
:’)
Walau lumayan banyak aturan
dalam keluarga kami terutama untuk aku dan adikku yg selalu menjadi putri kecil
dimata bpkku. Mamah dan bpk mungkin gak seperti kebanyakan orang tua zaman
sekarang yang bisa memberikan kebebasan
waktu dan kebebasan lain untuk anak-anaknya. Jujur bapak selalu tampil dengan
jutek khasnya dia klo ada (temen) cowo yang aku bawa kerumah, rasanya dia
cemburu krn takut kalah tampan hihhi :p
Aku dan adikku selalu dikasih
batasan waktu untuk main terutama malam, aku masih ingat dulu sewaktu masih
sekolah jam main malamku hanya sampai jam 9 maksimal dan itu berlanjut sampai
aku sudah kerja tp kini bertambah 1 jam waktu mainnya alias jam 10 tet harus
udah duduk manis dirumah, klo blm sampe dirumah HP pasti akan bordering dan
nama mamah tertera dilayar HP hehehe…
Awal rasanya kesel untuk
larangan2 itu tp makin bertambah umur, makin dewasa aku mengerti apa maksud
dari larangan itu semua. Mereka begitu menyayangiku, selalu berusaha menjagaku
sekuat tenaga, mereka hanya gak ingin putri2 kecilnya terluka karena kerasnya
kehidupan di ibukota, mereka mengerti bahwa kami putri2nya belum sanggup
melawan itu semua sendiri. Kerasnya pergaulan membuat mamah dan bpk berusaha
makin keras menjaga aku dan adikku, mereka selalu ingin memastikan kami selalu
berada di jalan yg tidak salah yang bisa melukai diri kita sendiri. Dari situ
aku mengerti bagaimana cara mereka menjagaku, melindungiku, lalu alasan apa
yang membuatku tidak berusaha sekuat tenaga menjaga diriku sendiri. Mamah tidak
memberi batasan dengan siapa aku harus berteman bahkan dengan siapa aku
berteman spesial, tidak banyak kriteria dari mamah yang penting jelas asal usul
keluarganya dan kehidupannya. Tp selalu ditanamkan didalam hati dan pikiran
kita yg terdalam “NO SEX BEFORE MARRIED”. Untuk kami para wanita kehormatan
adalah harta utama yang paling berharga yang kami punya, bagaimana mungkin kami
harus memberikan harta berharga itu kepada orang yang salah?? Nauzubillah… :(
Mungkin kami termasuk keluarga
jadul yang masih menganggap tabu tentang free sex, tp aku amat bersyukur aku
tumbuh didalam keluarga yang seperti itu :)
Sudahlah kita tinggalkan cerita
tentang keluargaku..kita lanjut kecerita bahagia selanjutnya hihii..
Kini aku berusia 24 tahun,
tepat 13 april lalu aku berumur 24 tahun dan kini aku semakin menjadi wanita
bahagia, kehidupanku nyaris sempurna :)
Rasanya Allah begitu maha baik
kepadaku, Dia selalu menjadikan nyata setiap impian dan doa2ku. Saat masih
sekolah aku bermimpi dan berdoa setelah lulus bisa langsung dapet kerja dan
bisa menjelajahi indahnya Indonesia dan Allah membuat itu menjadi nyata,
setelah lulus aku diterima kerja ditempat kerjaku saat ini, agenda tahunan
kantorku adalah berlibur. Rasanya seperti skenario dalam film dan aku
pemerannya, dari kantor juga aku bisa mewujudkan impianku menjelajahi Indonesia
bahkan dapet bonus untuk menjelajahi negeri orang, sungguh Allah maha mendengar
walau kata2 yang belum terucap :’)
Tahun 2008 aku bergabung dengan
kantorku sekarang, baru beberapa minggu bekerja aku sudah diajak berlibur kepantai,
kami berlibur dianyer klo tdk salah. Deket siihh tp aku cukup happy sebagai
anak sekolah yang baru melihat dunia luar. Tak berhenti disitu bbrapa bln
kemudian kami sekantor liburan lagi kali ini wisata pegunungan, kami plesiran
ke kota dodol alias Garut. Tahun 2009 tepatnya liburan kita masih belum jauh2
dari Jakarta, lalu tahun 2010 kami semua diberi kesempatan untuk menginjakkan
kaki di negeri orang…yuup kali ini kami berlibur ke Singapura dan Malaysia.
2011 kami semua pergi ke Bali, 2012 kita dingin2n di Bromo, 2013 kita menikmati
indahnya kota Lombok beserta gili2nya yang terkenal itu, dan terakhir 2014 kita
pergi ke negeri laskar pelangi alias Belitung dan masih banyaaakkk bgt tempat
yang sudah ku eksplore walau bukan bersama rombongan kantorku hihihi…
Tak cukup sampai disitu Allah
juga mengabulkan impianku yang lain dan yang pasti ini pula impian kedua
orangtuaku, aku bisa lulus kuliah dengan usahaku sendiri, dengan uang hasil
jerih payah sendiri (yaaa walau kadang bikin pusing mamah jg sih :p ). Rasa bahagia
campur syukur tak terkira saat hari wisuda itu datang, aku bisa membawa kedua
orangtuaku ke tempat acara wisuda, rasanya ini mimpi yang amat nyata. Berdebar bahagia
saat disebut namaku SETIYO RINI, Sarjana Hukum, aku dipanggil maju untuk
dipindahkan tali di togaku itu artinya resmi sudah aku menyandang gelar
dibelakang namaku. Tak terbayang bagaimana rasa kedua orangtuaku, mereka memelukku
sambil menangis bahagia, Alhamdulillah :)
Lalu 1 lagi impianku yang Allah
jadikan nyata, dari dulu aku selalu bermimpi untuk bisa menikah sebelum usiaku
25 tahun dan yang pasti setelah lulus kuliah (peraturan khusus dari mamah yang
gak boleh dilanggar), dan penuh syukur Allah merestui aku menikah disaat umurku
23 tahun tepatnya 10 hari sebelum umurku 24 tahun. Bahagia tak terkira hingga
tak bisa kuungkapkan bagaimana rasanya, kini hidupku nyaris sempurna. Hari-hariku
kini lengkap selalu ada suamiku, lelaki pilihanku yang sudah menjadi sahabatku
sejak kurang lebih 9 tahun lalu. Yuuup…dia lelaki yang kini menjadi pendamping
hidupku sehidup semati insyaAllah, dia anak pertama dari dua bersaudara,
memiliki adik laki2 yang umurnya tidak terpaut jauh. Lelaki sederhana yang
mampu membuatku terpesona, yang mampu meyakinkan aku untuk berani melangkah
kepelaminan, dia bukan lelaki sempurna yang juga memiliki begitu banyak masa
lalu kelam tapi dia adalah lelaki yang ada di masa sekarang, yang selalu
berusaha memperbaiki dirinya, yang selalu belajar untuk bisa menjadi imam yang
baik untuk keluarganya nanti (insyaAllah), bagaimanapun masalalunya tp inilah
dia yg sekarang yang harus kuterima dengan sepenuh hati, yang harus aku cinta
dengan sepenuh jiwa dan raga, inilah tugasku untuk membuat hidup kita selalu
menjadi lebih baik. Dia suami yang mampu membuatku mencintainya setiap hari,
setiap waktu dan bahkan setiap detik, setiap waktu dia mampu berada didalam
pikiranku, bahkan aku tak bisa mengukur seberapa banyak cinta yang aku punya. Dialah
lelaki yang Allah kirimkan untuk melengkapi hari2 bahagiaku dan semoga kami
selalu berjodoh di dunia dan akhirat kelak. Aamiin..
Kini kami sedang menuju
kesempurnaan hidup, terutama aku ingin sekali menjadi wanita sempurna dengan
bisa menjadi seorang “IBU”. Rumah tangga kami bahagia, kami hidup berdua
digubuk kecil kita yang selalu dipenuhi canda tawa, kehangatan cinta dan kasih sayang,
walau hidup kita amat sederhana tp kebahagiaanlah yang utama. Bagaimanapun rasa
bahagia akan membawa hidup kita lebih baik.
Huufhh…rasanya aku sudah banyak
menulis, sudah banyak kebahagiaan yang aku tuliskan walau masih banyaaakkk
kebahagiaan lain didalam hidupku yang tak mampu aku jabarkan semua disini. Biarkan
kami kini meraih mimpi-mimpi kita yang lain, biarkan kami menjalankan skenario kehidupan
yang Allah telah buatkan untuk kami, kami akan selalu berusaha menghiasi surga
kecil kita dengan penuh kebahagiaan.
Rasanya walau setiap hari aku
dan suamiku ucap I LOVE U berkali-kali itu tidak bisa mengungkapkan bagaimana
banyak rasa cinta kami satu sama lain, biarkan kami dan Allah yang menghitung :)
Terima kasih untuk kedua
orangtua hebatku, kalian selalu menempati seluruh ruang hidup dan hatiku,
engkau adalah belahan jiwaku. Terima kasih untuk EGY ARIESTA APRIYANTO suami
termanisku yang kini menjadi belahan lain dijiwaku yang membuat jiwaku kini
menjadi bagian yang utuh. Terima kasih untuk INDAH LESTARI adik manisku yang
kini beranjak dewasa. Terima kasih untuk kedua mertuaku, engkau begitu baik
mencintaiku sepenuh hati yang enkau punya, mampu menerima menantumu yang begitu
banyak kekurangan ini. Terima kasih juga untuk HENDI DWI PRASETYO adikku 1 lagi
yang kini juga sedang berusaha menggapai mimpi-mimpinya.
Merekalah pelengkap
kebahagiaanku kini…I LOVE U :*
_Rini_
Rasanya lagu ini cocok sedikit menggambarkan kebahagiaanku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar